Kamis, 02 Juli 2015

DOWNLOAD: Seni Pertunjukan Sunda Dalam Naskah Kuna



Sampai sekarang berita-berita masa lampau tentang seni pertunjukan Sunda masih samar-samar. Prasasti dan naskah-naskah kropak (lontar; nipah) di Sunda tidak ada yang memberitakan tentang seni pertunjukan secara lengkap, dan biasanya hanya terdapat gejalanya saja. Akan tetapi dengan melalui suatu kritik dan perbandingan maka gejala yang terdapat di dalamnya akan bisa menunjukkan kemungkinan terdapatnya keterkaitan dengan seni pertunjukan.

Berdasarkan naskah-naskah Sunda atau naskah lain yang berkaitan dengan Sunda, terdapat empat naskah yang dalam isinya menyebutkan suatu istilah seni pertunjukan atau secara singkat membicarakan keberadaan seni pertunjukan, yaitu naskah Carita Parahiyangan, Sewaka Darma, Bujangga Manik, dan Sanghyang Siksakandang Karesian. Naskah lainnya, Ratu Pakuan dan Decadas da Asia, tidak secara langsung menyebutkan adanya suatu istilah atau peristiwa seni pertunjukan, tetapi kata atau kalimat yang terdapat di dalamnya, ada kemungkinan berkaitan dengan istilah yang ada dalam seni pertunjukan.


Naskah Kidoeng Soenda (terjemahan dari bahasa Kawi) menyebutkan adanya suatu seni pertunjukan Sunda, tetapi penulis pertama (Kawi) dan tempat penulisannya tidak berada di tempat di mana wilayah kesenian tersebut berada, serta penulisannya dilakukan beberapa tahun setelah peristiwa yang diceritakan dalam naskah terjadi. Prasasti Batutulis di Bogor tidak memberitakan adanya suatu seni pertunjukan secara langsung, tetapi dalam kata atau kalimatnya terdapat gejala adanya seni pertunjukan pada waktu itu. Tulisan-tulisan itulah yang sampai saat ini diketahui berkaitan dengan seni pertunjukan Sunda pada masa lampau.

Download disini untuk membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan sesuai etika dan EYD