Selasa, 22 Desember 2015

Evakuasi Kapal Dagang Belanda “Norah Moller” (Kedatangan di Batavia)




Batavia, 4 Februari 1942. Itu adalah hari yang sedikit menguntungkan bagi para korban selamat dari kapal dagang Belanda, yakni Norah Moller, yang mendapatkan serangan udara dari pesawat pembom Jepang di Selat Bangka. Niat awal untuk menuju Calcutta berubah menjadi mimpi buruk setelah mereka berjumpa dengan pesawat tersebut di Selat Bangka. Setidaknya itu dianggap sedikit menguntungkan karena mereka masih bisa selamat.

Kapal dagang Norah Moller meninggalkan Singapura pada tanggal 2 Februari 1942, bermaksud untuk berlayar menuju Calcutta, India. Namun, naas bagi kapal dagang tersebut. Keesokan harinya sebuah pesawat pembom Jepang menemukan mereka dan menghajar kapal dagang tersebut hingga terbakar. Selain itu, kedua mesin utamanya juga hancur.

Kamis, 10 Desember 2015

Sedikit Kisah Sepeda Onthel Hindia Belanda

Anggota klub sepeda G.S. Vrijburg, Bandung 1917



Dari: Surabaya Historical Community

Sementara orang-orang Bumiputera masih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi andalan, orang-orang Belanda yang ada di Hindia Belanda sudah menggunakan sepeda motor. Karena gengsi ini, mereka umumnya memandang rendah orang-orang Bumiputera yang masih menggunakan sepeda. Hal itu dapat dimaklumi, karena untuk membeli sepeda saat itu harganya sangat mahal dan kurang bersahabat untuk kocek orang-orang Bumiputera.

Bagi kebanyakan masyarakat saat itu, memiliki sepeda saja sudah dianggap baik dan menjadi alat transportasi diidolakan. Bahkan, dengan memiliki sepeda dianggap masih menjadi tolok ukur penyesuaian diri dengan kemajuan zaman pada saat itu. Sepeda yang ada pada masa itu adalah sepeda onthel.

Senin, 16 November 2015

DOWNLOAD: De Atjeh-Oorlog/Perang Aceh

Sampul depan "Perang Aceh"


Sepanjang masa kekuasan Belanda di Tanah Hindia (Indonesia), Belanda tidak pernah melakukan perang yang besar selain Perang Aceh. Jika Perang Diponegoro/Perang Jawa/Javaoorlog disebut sebagai perang paling besar yang merugikan Belanda, maka itu tidaklah benar. Perang Aceh ibarat gangguan yang terus menggerogoti Belanda selama puluhan tahun masa kekuasaannya di Bumi Nusantara.

Kamis, 01 Oktober 2015

DOWNLOAD: Hikajat Tanah Hindia




Hikajat Tanah Hindia, begitulah nama buku ini. Buku ini adalah salah satu pustaka lama peninggalan masa kolonial Belanda. Dinamakan "Hikajat Tanah Hindia", karena buku ini memang bertemakan sejarah Hindia Belanda. Adapun mengenai keterangan percetakan buku ini, pada bagian bawah sampulnya tertulis:

Tertjitak di bandar Betawi, pada
pertjitakan Goebernemen
1894

Sabtu, 12 September 2015

Peradaban Jawa, Persembahan Supratikno Rahardjo

Buku "Peradaban Jawa" tampak dari depan

Buku "Peradaban Jawa" tampak belakang


Buku ini adalah salah satu buku tentang sejarah Jawa Kuno yang menarik untuk dibaca. Dengan sentuhan seorang Supratikno Rahardjo, pembahasannya menjadi lebih menarik untuk disimak. Bahkan, pada pembahasannya juga menyinggung hal-ihwal yang “remeh” yang ada dalam kehidupan sehari-hari pada masa itu.

Buku ini tentunya dapat dijadikan referensi pustaka bagi mereka yang menyukai bahkan perhatian terhadap sejarah Jawa, khususnya dalam ruang waktu kejayaan Jawa Kuno. Dengan ketekunan dan ketelitian, ribuan data tentang Jawa Kuno berhasil dikumpulkan oleh Supratikno Rahardjo dan membentuk sebuah mosaik kaya warna yang berkisah tentang politik, agama, dan ekonomi yang ada pada masa Jawa Kuno, sejak Mataram Kuno hingga Majapahit Akhir.

Minggu, 23 Agustus 2015

Menjaga dan Mempererat Ikatan Antara Bangsa Dengan Sejarahnya




Ketika kita membicarakan peninggalan sejarah bangsa kita, maka kita juga membicarakan tentang akar eksistensi kita. Jika dalam sejarah bangsa kita dipertanyakan tentang eksistensi suatu peradaban yang pernah berjaya, apalagi jika peradaban itu menjadi warisan yang masih berlaku, tentu harus ada bukti-buktinya. Bukti-bukti itu bisa berupa bangunan, prasasti, naskah, dan lain-lain.

Bukti-bukti yang ditemukan dari suatu peradaban atau peristiwa yang pernah terjadi memang masih belum ada, tetapi kita tidak perlu merisaukan kebenarannya jika ditemukan bukti-bukti lain yang mendukung. Misalnya ketika kita membicarakan tentang Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah. Belum ada bukti yang ditemukan untuk mengetahui secara pasti bagaimana bentuk istana atau keratonnya. Tetapi keberadaan Kerajaan Mataram Hindu masih dapat dibuktikan, misalnya dari tulisan-tulisan tercantum dalam prasasti-prasasti yang dibuat dan kemegahan candi yang dibangun pada zamannya. Dari bukti-bukti dukungan itulah kita mengetahui eksistensi Kerajaan Mataram Hindu meski sebenarnya kajian arkeologi maupun sejarah dapat dikatakan masih jauh dari harapan untuk melengkapinya.

Adapun terhadap bukti-bukti dari suatu eksistensi dalam sejarah yang telah ditemukan dan menjadi bukti kuat darinya, kita wajib untuk menjaganya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menjaga dan mempererat ikatan antara diri mereka dengan sejarahnya. Mengapa menjaga dan mempererat ikatan antara bangsa dengan sejarah bangsa itu diperlukan?

Jumat, 21 Agustus 2015

Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka di Cipaku Berjalan Lancar

Spanduk "Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka di Kabuyutan Cipaku" di Situs Cipeueut

Beberapa pihak yang berartisipasi langsung dalam upacara sederhana di Situs Cipeueut

Bunda Ully Sigar Rusady bersama beberapa partisipan di Karaton Srimanganti



Sebelumnya, Sectie Van Batavia menghimbau kalian untuk tidak percaya begitu saja berita-berita di media massa yang terkesan menyudutkan pihak penolak penenggelaman Waduk Jatigede. Untuk mendapatkan informasi yang benar, maka dengan datang langsung ke lokasinya, dan berdialog langsung pula dengan pihak penolak adalah lebih baik. 

Alhamdulillah, Sectie Van Batavia turut mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berjalan lancarnya kegiatan "Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka" yang diadakan oleh pihak DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) bersama beberapa perkumpulan lainnya di Situs Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Dihadiri oleh Bunda Ully Sigar Rusady dan Kang Acil Bimbo, kegiatan yang dilangsungkan selama 16-17 Agustus lalu ini meskipun terkesan sederhana namun sarat dengan nilai-nilai positif yang menjadi tujuannya. Di samping itu juga, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penggenangan Waduk Jatigede.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Untuk Wilayah Jawa Barat dan Seluruh Indonesia: Hadirilah Peringatan Kemerdekaan RI yang Ke-70 di Cipaku!




Harap dibaca hingga akhir entri!

Sectie Van Batavia telah mendapatkan undangan dari pihak DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda) untuk menghadiri "Peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka di Kabuyutan Cipaku". Peringatan ini akan dilaksanakan di Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Peringatan ini juga dilaksanakan dalam rangka menyelamatkan Situs Cipaku yang terancam oleh "pembangunan" Waduk Jatigede. Namun, Sectie Van Batavia menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa ikut menghadiri secara langsung. Hal ini dikarenakan kami selaku pendiri Sectie Van Batavia masih terjebak dalam rutinitas wajib masing-masing. Sebagai bentuk permintaan maaf, kami akan menyebarluaskan undangan ini kepada pihak lain di wilayah Jawa Barat, bahkan seluruh daerah di Indonesia.

Kamis, 13 Agustus 2015

Pentingnya Pendidikan Sejarah: Mempertahankan Cinta Terhadap Sejarah Bangsa Sebagai Salah Satu Cara Menghayati Hari Kemerdekaan





"Sebelumnya, kami mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 yang akan diperingati pada tanggal 17 Agustus nanti. Semoga Indonesia menjadi lebih baik di masa depan agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang besar."

Setiap negara yang merdeka tentu memiliki hari yang dijadikan momen tepat untuk menyatakan kemerdekaan. Pada hari itu, setiap orang di negara-negara merdeka tersebut memperingatinya dengan suka cita dan mengisinya dengan berbagai kegiatan. Mulai dari kegiatan resmi kenegaraan hingga kegiatan yang non resmi yang diadakan atas dasar suka cita.

Di Indonesia, selalu diadakan upacara penaikan bendera Merah Putih pada hari kemerdekaan. Untuk yang ini, merupakan kegiatan resmi yang dilakukan oleh Negara. Tidak hanya itu, ada lagi kegiatan non resmi yang dilakukan. Salah satunya dengan mengadakan lomba rakyat. Lomba rakyat ini dapat kita jumpai di berbagai tempat. Balap karung, panjat pinang dan lainnya adalah bagian dari lomba rakyat yang sudah menjadi ikon yang melekat pada rakyat Indonesia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pun antusias mengikuti lomba rakyat tersebut.

Senin, 10 Agustus 2015

Belajar Mencintai Sejarah Dari Para Veteran

Beberapa veteran yang hadir dalam deklarasi "Save Museum" yang diadakan oleh
Bogor Historical Community di Museum Perdjoangan (Perjuangan) Bogor, 25 Desember 2014



“Para veteran nasional itu, meskipun seperti hilang ditelan waktu tetapi eksistensi mereka tetap ada. Sosok-sosok tua itu tetap tegar dan teguh dalam menjalani kerasnya kehidupan. Mereka adalah orang tua yang mengajarkan kita melalui berbagai hal positif yang mereka lakukan, tentang keteguhan hati untuk NKRI. Mereka tentu tidak ingin bangsa ini lupa akan sejarah, apalagi sejarah perjuangan bangsa. Mereka tidak ingin generasi penerus mereka menjadi generasi yang tidak tahu jati diri bangsanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bukan saja menghargai sejarahnya, tetapi juga menghormati sejarah itu sendiri.”

-  Fajar M. Rivai


Ketika kita mendengar kata “veteran”, yang terbayangkan dalam alam pikir kebanyakan orang adalah sosok tua yang dahulunya adalah seorang prajurit atau pejuang yang ikut dalam berbagai pertempuran melawan musuh demi keutuhan negara. Di Indonesia, veteran kerap identik dengan sosok-sosok tua yang dahulunya ikut berjuang melawan agresi militer Belanda sejak setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945 hingga pengakuan kedaulatan di tahun 1949. Meskipun sebenarnya jika diakui secara jujur, kategori veteran tidaklah terbatas untuk mereka yang berjuang secara fisik pada masa itu saja.

Jumat, 07 Agustus 2015

Ketika Peninggalan Sejarah (Kembali) Terancam: Fenomena Himpitan Kaum Revivalis dan Masalah Jatigede

Dampak yang akan terjadi dari kelanjutan pembangunan Waduk Jatigede


Revivalis, atau (dalam hal ini) orang-orang yang mengklaim dan menghendaki adanya pemurnian dalam agama Islam sudah bukan barang yang asing lagi, termasuk di Indonesia. Berbagai cara mereka lakukan untuk mempertahankan dan menyebarkan paham mereka, mulai dari mendirikan media (televisi, website, dan radio), merambah ke dunia pendidikan formal (sekolah dan universitas) maupun non formal (perguruan agama), hingga melakukan kajian-kajian “ilmiah” di masjid-masjid.

Namun, keberadaan mereka justru kerap menimbulkan ketegangan (ini tidak banyak diliput media-media mainstream). Ketegangan ini dikarenakan sikap kaku mereka dalam pemahaman terhadap Islam, yang mereka anggap itu sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah/Al-Hadits. Tidak jarang revivalis cenderung menyalahkan pemahaman lain yang tidak sesuai dengan pemahaman yang mereka anut. Perdebatan-perdebatan pun kerap terjadi dan selalu diklaim revivalis bahwa mereka berdebat untuk kebenaran. Meskipun sebenarnya mereka jelas-jelas selalu mencari pembenaran. Di samping itu mereka juga mengklaim lebih unggul meski kenyataannya mereka tidak pernah beruntung, dengan kata lain selalu mengalami kekalahan karena pemahaman mereka yang kaku. Ditambah dengan kebiasaan mereka mengubah-ubah sejarah bangsa lain untuk kepentingan kegiatan yang mereka namakan dakwah, ketidak beruntungan itu telah menjadi boomerang bagi mereka. Namun mereka tidak pernah mau mengakui kenyataan tersebut.

Selasa, 04 Agustus 2015

Revitalisasi Kabuyutan Nusantara Demi Pelestarian Peninggalan Sejarah




Sekilas rencana Revitalisasi Kabuyutan Nusantara


Komunitas Kabuyutan telah menawarkan rencana Revitalisasi Kabuyutan Nusantara sebagai ganti dari "pembangunan" Waduk Jatigede. Rencana Revitalisasi Kabuyutan sepintas lebih mengarah pada pemberdayaan lokal yang sejahtera, tetapi setelah didalami ternyata ada banyak manfaat yang dapat diwujudkan lebih dari sekedar pemberdayaan lokalnya. Dari landasanya, Komunitas Kabuyutan memiliki inti tujuan yang sama dengan kami, Sectie Van Batavia dalam hal pelestarian dan menjaga peninggalan sejarah untuk tetap di tempatnya. Namun cakupannya lebih luas dengan berpijakan kepada kearifan lokal yang menjadi fokus Komunitas Kabuyutan.

Minggu, 02 Agustus 2015

Dokumentasi Foto Sectie Van Batavia Hanya Hadir di Word Press




Sectie Van Batavia telah menambahkan satu situs di Word Press, yang akan digunakan khusus untuk situs berisi kegiatan-kegiatan Sectie Van Batavia dalam bentuk dokumentasi foto. Setiap kegiatan yang diceritakan pada blog resmi Sectie Van Batavia ini, foto-foto kegiatan terkait akan dipisahkan dan ditempatkan pada situs khusus tersebut. Untuk mempermudah bila ingin melihat foto-foto tersebut secara lengkap, pada awal artikel kegiatan akan ditambahkan link terkait menuju situs dokumentasi foto Sectie Van Batavia.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Sectie Van Batavia Berpotensi Menjadi Musuh Revivalis?




Apakah Sectie Van Batavia ini berpotensi menjadi musuh baru bagi kaum revivalis?

Pertanyaan ini muncul di benak kami, beberapa waktu lalu setelah mendirikan Sectie Van Batavia ini. Menilik dari kegiatan dan tujuan kami, bukan tidak mungkin kami akan bersinggungan dengan orang-orang revivalis yang senangnya merevisi sejarah bangsa lain demi kepentingan atas nama agama yang kerap mereka kumandangkan. Sebenarnya tidak hanya revivalis saja, namun kami juga akan bersinggungan dengan upaya-upaya yang mengatasnamakan "pembangunan" namun kenyataannya mengancam peninggalan bersejarah, dan bentuk-bentuk ancaman lain terhadap sejarah bangsa kita dan peninggalan-peninggalannya yang masih ada.

Kamis, 30 Juli 2015

Sectie Van Batavia Mengajak Peduli Komunitas Lain

Salah satu bukti eksistensi Komunitas Kabuyutan


Kami, para pendiri Sectie Van Batavia mengajak Anda untuk peduli terhadap komunitas lain yang menghadapi masalah yang berpotensi mengancam peninggalan sejarah dan budaya lokal yang positif. Artinya, kami ingin menegaskan bahwa Sectie Van Batavia juga tidak rela jika peninggalan sejarah apalagi yang menjadi bagian dari identitas sosio-budaya masyarakat setempat teracam dengan adanya pembangunan. Terlebih jika peninggalan sejarah itu berupa situs-situs yang tidak dapat dipindahkan seenaknya. Terutama untuk komunitas yang berbeda kota, Sectie Van Batavia untuk sementara hanya dapat memberikan dukungan moril untuk perjuangan komunitas lain.

Beberapa Peninggalan Sejarah di Sumedang yang Terancam Oleh Bendungan Jatigede


Situs Aji Putih Cipaku dalam Google Maps

 Lokasi Situs Kabuyutan Cipaku dan Bendungan Jatigede



Melestarikan peninggalan sejarah adalah kewajiban bagi setiap bangsa dalam menjaga akar eksistensi dari bangsa-bangsa tersebut, di samping menjaga hal-hal lain yang telah menjadi bagian dari identitas mereka. Namun, dalam kenyataannya itu tidaklah mudah. Ada saja peninggalan sejarah yang terancam dengan adanya pembangunan di dekatnya. Sebagian dapat dipindahkan, namun sebagian lagi tidak dapat dipindahkan.

Salah satunya yang kini terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Proyek Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat telah diusahakan sejak era presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Namun, dalam perkembangannya proyek ini mengalami berbagai kendala. Salah satu kendala itu adalah, proyek raksasa ini berpotensi mengancam keberadaan peninggalan sejarah yang ada di Sumedang. Ditambah lagi proyek ini dijalankan di wilayah yang sangat rawan. Sebuah komunitas yang menamakan diri dengan Komunitas Kabuyutan pun bangkit untuk menolak pembangunannya. Perkembangan saat ini, direncanakan waduk ini akan mulai diisi air pada tanggal 1 Agustus 2015.

Kamis, 23 Juli 2015

Tiga Pijakan Sebagai Pertimbangan Dalam Memilih Sumber Data Sejarah


Sumber sejarah berupa naskah, misalnya, (atas) dan sumber arkeologi dari masa lampau
(bawah) dapat menjadi data yang digunakan untuk mengungkap sejarah


Dalam usaha mengungkap sejarah, ada banyak sumber-sumber yang berpotensi dapat dijadikan sebagai tumpuan. Namun, tentu saja tidak semuanya dapat dijadikan sebagai rujukan. Data-data yang berpotensi itu tentulah harus melalui proses pemilihan, sehingga yang dijadikan rujukan adalah sumber-sumber yang kuat dan dapat dipercaya. Apalagi dalam hal menyusun buku tentang sejarah, tentu saja pemilihan sumber wajib diperhatikan.

Jumat, 10 Juli 2015

Sectie Van Batavia Resmi Berganti Lambang

Lambang baru Sectie Van Batavia. Resmi menggantikan lambang yang lama


Sectie Van Batavia akhirnya resmi menggunakan lambang baru sebagai pengganti lambang yang sebelumnya. Perubahan terjadi pada bentuk lambang dan tulisan di dalamnya. Jika pada lambang sebelumnya menggunakan lambang khas kota Batavia di tengah perisai berwarna merah, lengkap dengan sepasang senapan Lee Enfield yang berada di sisi perisai dan tulisan yang terdapat pada bentangan kain di bagian bawah perisai, lambang baru Sectie Van Batavia ini terkesan lebih sederhana. Meskipun demikian, tetap memiliki makna di dalamnya.

Kamis, 09 Juli 2015

Pegiat dan Pecinta Sejarah Dalam Menghadapi Pendustaan Sejarah Atas Nama Agama dan Lainnya




Menjadi pegiat dan pecinta sejarah bukan hanya sekadar berkeliling ke museum-museum atau tempat bersejarah lainnya belaka. Bukan pula sebatas berdialog dengan para pakar sejarah saja. Tetapi dengan dua hal itu, para pegiat dan pecinta sejarah seharusnya bersikap secara patut dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan sejarah.

Sebagai contoh, mari kita ambil mengenai sejarah Wali Songo. Meski para sejarawan telah menghasilkan penelitian yang memuaskan tentang keberadaan Wali Songo, masih saja ada pihak-pihak dengan kepentingan tertentu yang mengingkari fakta keberadaan Wali Songo. Atau, ada lagi yang mengklaim Wali Songo sepaham dengan kelompok mereka. Minimal, paling parah mengatakan Wali Songo sesat. Itu dapat kita jumpai di situs-situs berlabel Islam di internet yang dimiliki kelompok-kelompok tersebut. Propaganda-propaganda ini sangat mengkhawatirkan, mengingat situs-situs ini juga menduduki peringkat-peringkat atas dalam search engine seperti Google. Konsumsi masyarakat Indonesia yang tergolong tinggi akan internet juga turut berpengaruh pada masuknya propaganda-propaganda tersebut dalam pemikiran masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Rabu, 08 Juli 2015

Atlas Walisongo, Salah Satu Referensi Menarik Tentang Sejarah Walisongo

Atlas Wali Songo. Yang pertama dalam mengungkap fakta keberadaan Wali Songo


Anda tentu tahu Wali Songo. Ya, sejak masa kecil kita sudah diperkenalkan dengan Wali Songo dalam buku-buku kecil yang menceritakan sejarah singkat mengenai Wali Songo, meskipun kita tahu buku-buku kecil itu belum dapat memuaskan rasa ingin tahu kita. Keberadaan Wali Songo juga diperkuat dengan adanya bukti-bukti yang ada, mulai dari yang berbentuk bangunan atau makam seperti Masjid Agung Demak dan makam dari para anggota Wali Songo tersebut (misalkan makam Sunan Ampel di Surabaya), hingga bukti-bukti tertulis dalam babad-babad terdahulu (misalkan Babad Cirebon).

Akan tetapi, keberadaan Wali Songo menjadi permasalahan. Hal ini dikarenakan adanya aliran-aliran keagamaan yang mengingkari keberadaan Walisongo, bahkan ada juga yang mengklaim bahwa Wali Songo itu sepaham dengan mereka. Ini jelas merupakan tindakan yang sangat tidak jujur. Wali Songo bukanlah cerita, dongeng atau semacamnya. Wali Songo itu benar-benar ada. Mereka seperti tidak menghiraukan jerih payah para sejarawan yang menghabiskan puluhan tahun hingga berhasil membuktikan keberadaan Wali Songo dari penelitian sulit mereka.

Kamis, 02 Juli 2015

Ruang Download

Mulai sekarang, Sectie Van Batavia akan berupaya mengumpulkan file download, utamanya dalam bentuk bacaan. File bacaan kemungkinan lebih banyak berformat Pdf. Adapun file yang akan diupload ke Ruang Download tidak selalu mengikuti urutan abjad, tergantung pada nama filenya. Mengenai sumbernya, Ruang Download tidak hanya menerima file dari pendiri maupun anggota saja, tetapi juga menerima file yang disumbangkan dari para sahabat perkumpulan lain, simpatisan, maupun para pembaca yang berminat. Caranya dengan mengirim file ke fajar.mannehreim@gmail.com atau indisch.leger30@gmail.com. Jangan lupa sertakan nama pengirim karena akan dicantumkan dalam setiap upload. Ruang Download ini akan terus diperbaharui. Semoga dengan disediakannya Ruang Download ini dapat bermanfaat.

DOWNLOAD: Seni Pertunjukan Sunda Dalam Naskah Kuna



Sampai sekarang berita-berita masa lampau tentang seni pertunjukan Sunda masih samar-samar. Prasasti dan naskah-naskah kropak (lontar; nipah) di Sunda tidak ada yang memberitakan tentang seni pertunjukan secara lengkap, dan biasanya hanya terdapat gejalanya saja. Akan tetapi dengan melalui suatu kritik dan perbandingan maka gejala yang terdapat di dalamnya akan bisa menunjukkan kemungkinan terdapatnya keterkaitan dengan seni pertunjukan.

Sabtu, 27 Juni 2015

Masjid Raya Baiturrahman Adalah Milik Bersama Rakyat Indonesia

MUNA, HUDA, dan FPI berupaya mengambil alih pelaksanaan ibadah di Masjid Raya Baiturrahman, 19 Juni 2015.
Aset sejarah bangsa adalah milik bersama, bukan milik satu kelompok saja


Mendengar aset sejarah bangsa baik berupa monumen, museum, gedung tua dan sebagainya untuk tempat perbuatan yang tak etis mungkin kerap kali terdengar bahkan kita saksikan sendiri. Ada yang salah dari sudut pandang mereka yang melakukannya, atau acuh tak acuhnya mereka pada aset sejarah bangsa. Perlahan tapi pasti, ini harus dihilangkan karena selain tidak sesuai dengan kepribadian bangsa juga mengotori makna historis bahkan makna-makna lainnya seperti religius yang tersirat dari aset-aset sejarah bangsa tersebut. Ini berlaku juga untuk pelaku tindakan kotor berbalut agama terhadap aset-aset sejarah bangsa.

Rabu, 24 Juni 2015

Mengenal Sectie Van Batavia



Sectie Van Batavia adalah sebuah perkumpulan yang lebih dari hanya pegiat sejarah, namun juga perkumpulan yang berusaha mengajarkan cinta pada sejarah agar dapat dipertahankannya cinta terhadap NKRI. Didirikan oleh Afif Febriyanto, Fajar Muhammad Rivai, Firman Hudiya, dan Muhammad Amirul dalam sebuah pertemuan di Lubang Buaya Museum & Memmorial Park. Berangkat dari kegelisahan setelah melihat kenyataan yang terjadi pada museum dan situs-situs maupun benda peninggala sejarah lainnya yang terkesan menjadi pajangan belaka, maka Sectie Van Batavia ini ada.

Latar Belakang

Berawal dari pertemuan anak-anak muda pendiri Sectie Van Batavia di Lubang Buaya Museum & Memmorial Park. Para pendiri tertarik untuk merealisasikan rencana untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang tidak hanya menjadi pegiat sejarah, namun juga berusaha menanamkan rasa cinta terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan mencintai dan mempelajari sejarah. Para pendiri merasa prihatin dengan terkikisnya rasa cinta generasi muda terhadap NKRI dan sejarah dengan bentuk yang beragam, mulai dari kurang minatnya generasi muda untuk melestarikan peninggalan sejarah, terseretnya generasi muda ke dalam dampak negatif kehidupan modern tanpa ada filter, hingga menjamurnya kajian-kajian agama yang mengatasnamakan kaffah dan memusyrikkan peninggalan-peninggalan sejarah yang bukan dari peninggalan dari agamanya.